« Home | Previous Entry «

Thursday, November 08, 2007

PENGUNGSI DI NEGERI SENDIRI

Tak ada lagi yang menari
di antara tenda-tenda kumuh

di sini
hanya derita
yang melekat di mata
dan hati kami

Tidak satu nyanyian pun
pernah kami dendangkan lagi
hanya lagu-lagu airmata
di antara lapar, dahaga
pada pergantian musim

Sampaikah padamu, saudaraku ?

(Abdurahman Faiz)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




About me

Kahlil Gibran, meratapi dunia yang merana ini. Nyanyiannya yang pilu menjadi melodi yang indah dan sejuk. Dalam puisinya, anak Libanon ini menggambarkan figur-figur orang yang bingung, tidak punya penderitaan.

Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

A r s i p

Quotation of the Day


Get Firefox!