|
Siti dan Udin namanya sejak pagi belum makan minum cuma seadanya dengan membawa kecrekan mengitari jalan-jalan ibu kota
Siti punya ayah seorang tukang becak ibunya tukang cuci berbadan ringkih
Udin tak tahu di mana ayahnya ditinggal sejak bayi ibunya hanya pemulung memunguti kardus dan plastik bekas
Mereka bangun rumah dari triplek dan kardus tebal di tepi kali ciliwung tapi sering kena gusur
Bila malam tiba mereka tidur di kolong jembatan ditemani nyanyian nyamuk dan suara bentakan preman
Siti dan Udin namanya muka mereka penuh debu dengan baju rombengan menyanyi di tengah kebisingan
pagi sampai malam tersenyum dalam peluh menyapa om dan tante mengharap receh seadanya
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan dengan suara serak dan napas sesak oleh polusi kalau hari ini bisa makan sudah alhamdulillah tapi tetap berdoa agar bisa sekolah dan punya rumah berjendela (Abdurahman Faiz)
|