|
Tak ada lagi yang menari di antara tenda-tenda kumuh
di sini hanya derita yang melekat di mata dan hati kami
Tidak satu nyanyian pun pernah kami dendangkan lagi hanya lagu-lagu airmata di antara lapar, dahaga pada pergantian musim
Sampaikah padamu, saudaraku ?
(Abdurahman Faiz)
|